PGRI Terlalu Melindungi Guru dari Evaluasi?
1. Standar Ganda: Menuntut Hak, Menolak Uji Kompetensi
Kritik yang paling sering dialamatkan kepada PGRI adalah ketimpangan antara tuntutan kesejahteraan dan kesediaan untuk dievaluasi.
2. Solidaritas yang Menghambat Profesionalisme
Dalam budaya PGRI, ada semacam kode etik tidak tertulis bahwa “sesama guru harus saling melindungi”.
-
Resistensi Evaluasi Eksternal: PGRI sering memandang evaluasi dari pihak luar (seperti wali murid atau lembaga independen) sebagai ancaman terhadap martabat profesi, bukan sebagai masukan berharga untuk perbaikan.
3. Dampak: Stagnasi Kualitas Nasional
Jika organisasi profesi terus menjadi pelindung bagi guru-guru yang enggan berkembang, dampaknya sangat nyata:
-
Ketidakadilan bagi Guru Berprestasi: Guru-guru yang inovatif dan bekerja keras mendapatkan penghargaan yang sama dengan mereka yang bekerja ala kadar karena ketiadaan sistem evaluasi yang diskriminatif (dalam arti positif).
-
Rendahnya Kepercayaan Publik: Masyarakat mulai mempertanyakan korelasi antara anggaran pendidikan yang besar dengan kualitas lulusan. Jika PGRI terus menutup diri dari evaluasi, dukungan publik terhadap perjuangan kesejahteraan guru perlahan akan luntur.
Menuju Perlindungan yang Memberdayakan
PGRI perlu mengubah paradigma perlindungannya dari “Perlindungan Status Quo” menjadi “Perlindungan Profesionalisme”:
-
Sistem Evaluasi Internal Mandiri: Sebelum dievaluasi oleh pemerintah atau publik, PGRI seharusnya memiliki standar evaluasi internal yang ketat bagi anggotanya. Ini akan menunjukkan bahwa PGRI adalah organisasi yang bertanggung jawab atas mutu.
-
Mendukung Evaluasi Berbasis Data: PGRI harus mulai menerima bahwa data (seperti skor PISA atau Asesmen Nasional) adalah alat navigasi, bukan senjata untuk menyerang guru. Organisasi harus memimpin guru untuk membaca data tersebut dan memperbaikinya.
-
Reward and Punishment yang Jelas: Organisasi profesi yang sehat adalah organisasi yang berani memberikan penghargaan kepada yang terbaik dan memberikan pembinaan (bukan sekadar pembelaan) kepada yang kurang kompeten.
Kesimpulan: Melindungi guru adalah tugas mulia, namun perlindungan terbaik bagi seorang guru bukanlah dengan menghindarkannya dari evaluasi. Perlindungan terbaik adalah dengan memastikan setiap guru memiliki kompetensi yang tak terbantahkan, sehingga mereka tidak perlu takut pada evaluasi apa pun.
No Responses