PGRI dan Ketergantungan pada Sistem Lama
1. Administrasi Manual yang Melelahkan
Meskipun pemerintah telah mendorong digitalisasi (seperti PMM atau e-Kinerja), di tingkat internal organisasi, banyak prosedur yang masih sangat “analog”.
2. Metodologi Pelatihan yang Kaku (Ceramah-Sentris)
Sistem lama dalam pengembangan guru di PGRI masih didominasi oleh pola top-down yang pasif.
-
Seminar Satu Arah: Pelatihan lebih banyak diisi dengan pidato pejabat organisasi atau paparan materi tanpa praktik langsung. Guru diposisikan sebagai objek yang mendengarkan, bukan subjek yang bereksperimen.
3. Politik Senioritas dalam Pengambilan Keputusan
Ketergantungan pada sistem lama juga tercermin dalam budaya organisasinya yang sangat hierarkis.
-
Resistensi terhadap Inovasi Muda: Gagasan guru muda yang ingin menerapkan sistem berbasis aplikasi atau kolaborasi daring sering kali dimentahkan oleh pengurus yang lebih nyaman dengan rapat tatap muka dan laporan tertulis di atas kertas.
-
Vakum Regenerasi Ide: Karena pemimpin organisasi mayoritas berasal dari generasi yang sama, perspektif yang digunakan untuk memecahkan masalah pendidikan masa kini tetap menggunakan kacamata masa lalu.
Strategi Pemutusan Rantai: Menuju Sistem yang Agil
PGRI tidak bisa terus-menerus menengok ke belakang jika ingin memimpin masa depan. Diperlukan langkah berani untuk memutus ketergantungan ini:
-
Migrasi Digital Total (Paperless): Membangun ekosistem organisasi yang 100% digital, mulai dari pendaftaran anggota, transparansi iuran, hingga layanan konsultasi hukum melalui aplikasi satu pintu.
-
Model Pelatihan Flip-Learning: Mengubah format pengembangan profesi menjadi berbasis komunitas praktisi (community of practice). Guru belajar secara mandiri lewat modul digital, lalu bertemu untuk berkolaborasi dan berbagi praktik baik.
-
Audit Relevansi Organisasi: Melakukan evaluasi berkala terhadap struktur organisasi. Bagian atau prosedur yang hanya memperpanjang birokrasi tanpa memberikan nilai tambah pada kualitas guru harus dipangkas secara tegas.
Intisari: Sistem lama memberikan rasa aman, namun sistem barulah yang memberikan kemajuan. Jika PGRI tidak berani meninggalkan kenyamanan sistem lama, ia akan terus menjadi raksasa yang berjalan di tempat, sementara dunia pendidikan di sekelilingnya melesat meninggalkan mereka.
No Responses