Suara Guru PGRI di Pelosok: “Kami Butuh Perbaikan Ruang Kelas dan Gaji Layak, Bukan Cuma Program Logistik”

Siaran Pers PGRI:

Suara Guru PGRI di Pelosok: “Kami Butuh Perbaikan Ruang Kelas dan Gaji Layak, Bukan Cuma Program Logistik”

JAKARTA – Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) menyuarakan aspirasi mendalam para pendidik yang bertugas di wilayah pelosok, garis depan, dan daerah tertinggal (3T). PGRI secara tegas mendesak pemerintah pusat maupun daerah untuk memprioritaskan pemenuhan kebutuhan paling mendasar dalam pendidikan: kelaikan sarana-prasarana sekolah dan jaminan gaji yang layak bagi guru, di tengah masifnya fokus anggaran pada program-program bantuan logistik fisik.

Berdasarkan evaluasi dan laporan pengurus PGRI di tingkat kabupaten/kecamatan, masih banyak satuan pendidikan di daerah pelosok yang mengalami kerusakan bangunan fisik berat serta menanggung ketimpangan kesejahteraan guru honorer yang memprihatinkan.

4 Poin Utama Aspirasi Guru PGRI Daerah Pelosok

1. Rehabilitasi Total Ruang Kelas Rusak Berat

Kondisi atap bocor, dinding lapuk, hingga fasilitas belajar yang tidak memadai masih menjadi pemandangan harian di banyak sekolah daerah 3T. PGRI menegaskan bahwa keselamatan serta kenyamanan siswa dan guru di dalam kelas harus menjadi prioritas utama. Program logistik apa pun tidak akan memberikan dampak optimal jika kegiatan belajar mengajar berlangsung di bawah ancaman bangunan roboh.

2. Kepastian Gaji dan Upah Layak bagi Guru Honorer

Ribuan guru di pelosok masih menerima honor jauh di bawah standar kebutuhan hidup minimum. PB PGRI mendesak alokasi anggaran pendidikan diutamakan untuk menjamin pendapatan yang adil dan tepat waktu bagi para pendidik, sehingga mereka dapat fokus mengajar tanpa dibayangi kecemasan ekonomi harian.

3. Keseimbangan Antara Program Fisik-Pangan dan Kualitas Pembelajaran

PGRI mendukung upaya peningkatan nutrisi dan kesehatan anak bangsa, namun mengingatkan bahwa kebijakan pendidikan tidak boleh kehilangan prioritas utamanya. Pemenuhan buku bacaan, sarana literasi, papan tulis, alat peraga, dan kelaikan ruang kelas adalah fondasi utama pencerdasan anak-anak di daerah pelosok.

4. Pemerataan Alokasi APBN/APBD Pendidikan

PGRI meminta pemerintah memastikan bahwa alokasi anggaran pendidikan benar-benar menyentuh akar rumput di pelosok desa, bukan hanya terkonsentrasi pada program-program seremonial atau distribusi sarana di wilayah perkotaan.

Matriks Prioritas Kebutuhan Pendidikan di Daerah Pelosok

Sektor Kebutuhan Kondisi Nyata di Pelosok Tuntutan Prioritas PGRI
Infrastruktur Sekolah Ruang kelas rusak, meja-kursi tidak layak, sanitasi minim. Alokasi anggaran rehabilitasi fisik secara masif dan cepat.
Kesejahteraan Guru Honorarium jauh di bawah UMK, sering terlambat dibayarkan. Penetapan standar gaji layak minimum dan percepatan pengangkatan ASN.
Media Belajar Keterbatasan buku bacaan, alat peraga, dan jaringan internet. Pemenuhan sarana literasi dan alat bantu KBM yang merata.
Program Tambahan / Logistik Menjadi fokus utama anggaran fisik di lapangan. Ditempatkan sebagai program pendukung tanpa menggeser anggaran sarana utama.

“Anak-anak di pelosok butuh atap kelas yang aman untuk belajar dan guru yang tenang karena dapurnya terisi. Jangan biarkan fondasi dasar sekolah terlupakan hanya karena perhatian terserap pada program logistik fisik semata.” — Pengurus Besar PGRI.

TAGS

CATEGORIES

No Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *